Home » » Mengenal Apa Itu LGBT

Mengenal Apa Itu LGBT


Beberapa hari terakhir ini, di berbagai media marak diributkan soal polemik eksistensi LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender).

Sebenarnya apa itu LGBT?


LGBT atau GLBT adalah akronim dari "lesbian, gay, biseksual, dan transgender". Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa "komunitas gay" karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan.
Akronim ini dibuat dengan tujuan untuk menekankan keanekaragaman "budaya yang berdasarkan identitas seksualitas dan gender". Kadang-kadang istilah LGBT digunakan untuk semua orang yang tidak heteroseksual, bukan hanya homoseksual, biseksual, atau transgender.

Maka dari itu, seringkali huruf Q ditambahkan agar queer dan orang-orang yang masih mempertanyakan identitas seksual mereka juga terwakili (contoh. "LGBTQ" atau "GLBTQ", tercatat semenjak tahun 1996).

Di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini, tersebar kabar akan kemunculan Lembaga konseling Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di Universitas Indonesia (UI).
Banyak di antara kita yang menyikapi perilaku LGBT sebagai penyakit psikis atau biologis. Jasa yang ditawarkan oleh SGRC sebagai model konseling memang sah-sah saja. Bahkan, konseling terhadap penderita LGBT mutlak diperlukan demi satu tujuan, yakni mereka bisa sembuh dan kembali menjalani perilaku normal layaknya lelaki dan perempuan lainnya.

Disisi lain, kegiatan yang dijalankan oleh SGRC ini juga bertujuan memberikan informasi seputar soal orientasi seksual kepada publik. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang mengalami preferensi seksual yang berbeda agar mereka bisa mempertahankan diri sehingga tidak tersudutkan dalam lingkungan sosialnya.

SGRC ini sempat menolak disebut sebagai komunitas yang mengampanyekan kepada seseorang untuk menjadi bagian dari LGBT, sebagaimana banyak diberitakan oleh media.Masalah lain yang timbul dengan kehadiran SGRC, adalah kelompok layanan konseling ini menyematkan salah satu nama kampus besar di Indonesia di belakang nama kelompok mereka Universitas Indonesia (UI): Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC UI).

SGRC sendiri sebenarnya bukanlah lembaga baru. Sebagaimana dinyatakan oleh para pengurusnya bahwa SGRC adalah lembaga kajian di bidang seksual. Sekalipun demikian, pihak kampus UI telah secara tegas menyatakan SGRC tidak memiliki izin resmi sebagai pusat studi, unit kegiatan mahasiswa di tingkat fakultas ataupun fakultas di lingkungan UI. Terlepas dari kesan lepas tangan persoalan administratif dari pihak kampus, masalah utama dalam konteks ini bukanlah legalitas kelompok. Tetapi yang patut kita perhatikan adalah keberadaan legalisasi LGBT di Indonesia.

Dalam konteks Indonesia, memang konstruksi sosial kita telah banyak dipengaruhi oleh pandangan-pandangan keagamaan, terutama agama Islam sehingga telah banyak mengarahkan konstruksi sosial kita tidak kohesif atas keberadaan mereka. Soalnya, kelompok yang memiliki orientasi seksual yang lain atau di luar kewajaran, selalu di pandang “sebelah mata” oleh hampir semua elemen masyarakat kita, termasuk elemen masyarakat berpendidikan





Popular Posts